Lovely FantasyGraphy. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Motret Model,yuuukksss....


Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memotret model antara lain :
Konsep foto, Lokasi pemotretan, Ekspresi, dan Pose.


Konsep foto
Dalam menciptakan foto kita harus memiliki konsep yang jelas. Tanpa konsep kita tidak memiliki tokus atau ciri khas dari foto yang dihasilkan. Tentukan konsep foto yang akan dibuat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Apakah kita akan membuat image yang penuh kelembutan sehingga terlihat cantik, halus dan berkepribadian feminin atau berkarakter, macho, keras dan bergaris tegas atau malah yang berkesan natural, apa adanya. Tentukan segera. Hal ini penting karena konsep yang kita rancang akan menentukan hasil yang dibuat.

Ekspresi
Sangat diperlukan pada foto, karena disinilah sebenarnya jiwa dari foto itu. Kondisi objek akan tergambar dari ekspesi yang diberikan. Ekspresi dari model itu terpusat pada wajah dan bagian yang paling berpengaruh pada ekspresi di wajah ini adalah mata dan bibir. Mata akan mengekspresikan semua yang ada dalam perasaan kita, gembira sedih, haru dll, akan terlihat dari pancaran mata. Sedang bibir akan mengekspresikan keramahan, keseriusan, sensualitas dll. Bila kita lengah sedikit saja pada hal ini jangan berharap foto yang dihasilkan akan ekspresif sesuai dengan yang kita rencanakan.

Pose
Posisikan model dalam keadaan yang tepat untuk memberanikan diri dalam menampilkan ekspresinya dengan :
- bentuk tubuh menghadap sedikit menyamping
dengan arah muka lurus ke depan.
- perhatikan kemiringan kepala
- perhatikan posisi bahu
- perhatikan bentuk ototnya

Dalam membuat rancangan foto tentukan :
- lokasi pemotretan
- di dalam studio
- di alam terbuka
- perpaduan keduanya
- sumber cahaya
- warna
- bahan atau alat pendukung
- sasaran foto

Memilih Model Foto
Sesuai dengan konsep foto
Memilih model untuk menjadi obyek pemotretan tidak semudah kalau ingin memotret orang pada umumnya. Karena dalam pemotretan model, harus disesuaikan dengan konsep foto yang akan dibuat. Sehingga hasilnya nanti akan sesuai dengan yang diinginkan sang fotografer. Sebagai contoh, apabila sang fotografer membuat konsep fotonya dengan nuansa budaya etnik jawa, maka modelnya setidaknya mempunyai paras/ wajah yang “njawani”. Begitu juga dengan obyek pendukung lainnya, tentu saja harus disesuaikan dengan konsep etnik jawa juga.

Karakter
Mengacu pada konsep foto yang ada, karakter juga harus disesuaikan dengan konsep. Kadang diperlukan karakter model yang lembut, ekspresif, keras, dan sebagainya.

Fisik yang sehat
Tentu saja diperlukan oleh seorang model guna menjalani sesi pemotretan yang cenderung lama, karena biasanya dilakukan pemotretan berulang-ulang sampai menghasilkan foto yang terbaik.

Mood yang baik
Fisik sehat, model sudah sesuai dengan karakter, tapi mood (suasana hati sang model) sedang tidak baik, akan membuat hasil foto juga tidak baik. Mengapa? Karena mood seseorang akan mempengaruhi karakter yang muncul pada diri model tersebut. Terutama ekspresi mimik wajahnya. Misalkan saja memotret model untuk iklan produk permen, dimana diperlukan suasana yang ceria, tetapi sang model sedang sedih ditinggal sang kekasih…tentusaja ini sudah menjadikan mood menjadi tidak baik.

Tidak tergesa-gesa pada saat sesi pemotretan
Persiapan yang matang dalam pemotretan model sangat diperlukan untuk menghasilkan foto yang baik. Persiapan disini adalah bagaimana sudut pencahayaan, pakaiannya (wardrobe), latarbelakangnya (background), ekspresi modelnya, posenya dan sebagainya. Untuk itu dalam sesi pemotretan model tentu saja tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

disadur dari cakaziez

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar